-->

Iklan Atas Headline

Kinerja Dinsos Inhu Disorot, Penanganan ODGJ Dinilai Lamban dan Tidak Efektif

Jumat, 06 Februari 2026, 14:15 WIB Last Updated 2026-02-06T07:56:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Inhu, RIAU || asiadailytimes.com – Terhitung sejak Rabu, 20 Januari 2026 hingga berita ini diturunkan pada Jumat, 6 Februari 2026, kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menuai sorotan tajam dari masyarakat. Hal ini dipicu lambannya penanganan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bernama Hendra, yang kerap membuat resah warga dengan berbagai tindakan meresahkan.

ODGJ Hendra dilaporkan sering melakukan tindakan yang mengarah pada kriminalitas, perbuatan asusila, serta perilaku lain yang dinilai membahayakan dan merugikan masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan ketakutan dan keresahan berkepanjangan di tengah warga Inhu.

Tim Investigasi Media Asia Daily Times Inhu telah berulang kali melakukan konfirmasi dan mediasi dengan pihak Dinsos Inhu agar penanganan terhadap ODGJ tersebut segera ditindaklanjuti secara serius. Namun hingga saat ini, upaya yang dilakukan Dinsos dinilai masih lamban dan kurang efektif.

Padahal, kasus ini sudah jelas merupakan persoalan kegaduhan sosial yang berdampak langsung pada keamanan dan kenyamanan masyarakat. Lambannya respons serta berbagai alasan yang dikemukakan dinilai mencerminkan lemahnya fungsi dan tanggung jawab Dinsos sebagai instansi terkait.

Dalam upaya pengumpulan data, Tim Investigasi Media Asia Daily Times Inhu juga telah berkoordinasi dengan sejumlah staf Dinsos, di antaranya :
• Wira, selaku Fungsional Pekerja Sosial Ahli Muda
• Fuad, selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)
Koordinasi tersebut dilakukan guna mendorong dilaksanakannya investigasi lapangan secara langsung. Namun, di sisi lain, beberapa pihak yang seharusnya turut bertanggung jawab justru dinilai lepas tangan dan terkesan menutup mata terhadap persoalan ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Inhu Rika Varia Nora menyampaikan bahwa selama ini seluruh kegiatan yang berada di bawah naungan Dinsos telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku, baik terkait ODGJ, lansia, anak, maupun penanganan bencana.

Namun pernyataan tersebut dinilai belum menjawab secara konkret persoalan di lapangan, mengingat hingga kini ODGJ Hendra masih bebas berkeliaran dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Diketahui, ODGJ Hendra sempat beberapa kali diamankan oleh pihak terkait, namun kembali dilepaskan tanpa penanganan lanjutan yang jelas. Menurut keterangan Fuad (TKSK), pihaknya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Wira dan berencana membawa ODGJ Hendra ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pekanbaru. Bahkan, jika memungkinkan, akan dirujuk ke RSJ Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut.

Seorang warga Inhu mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambannya penanganan kasus ini. Menurutnya, apabila ditangani dengan sungguh-sungguh, persoalan ini seharusnya dapat diselesaikan. Ia bahkan menilai, jika Dinsos tidak sanggup menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, maka penanganan kasus tersebut seharusnya dialihkan kepada pihak lain yang lebih kompeten.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya tindakan nyata dan serius terhadap penanganan ODGJ Hendra. Masyarakat Inhu pun berharap agar pihak-pihak yang bertanggung jawab segera mengambil langkah tegas agar ODGJ tersebut diamankan dan tidak lagi berkeliaran di lingkungan warga.

Sebagai informasi, jumlah ODGJ yang terdata di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak empat orang. Tiga di antaranya telah dirujuk ke RSJ Pekanbaru, sementara satu orang, yakni ODGJ Hendra, hingga kini masih belum mendapatkan penanganan maksimal.

Apabila tidak ada perubahan dan tindakan yang lebih serius, Tim Investigasi Media Asia Daily Times Inhu menyatakan akan terus mengembangkan kasus ini demi kepentingan dan keselamatan masyarakat luas.
(Panji)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Internasional

+