masukkan script iklan disini
Inhu, Riau || asiadailytimes.com – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kembali menuai keluhan masyarakat. Sejumlah ruas jalan di berbagai rute utama terpantau mengalami kerusakan cukup parah, mulai dari berlubang hingga permukaan jalan yang rusak dan membahayakan pengguna.
Pantauan di lapangan pada Sabtu, 31 Januari 2026, salah satu titik kerusakan terekam di wilayah Desa Perkebunan Seilalak, Kecamatan Seilala, Kabupaten Inhu. Namun, warga menyebut kondisi serupa tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan tersebar di banyak titik jalan raya lainnya di wilayah Inhu.
Kerusakan jalan tersebut dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Selain menyulitkan akses transportasi, kondisi ini juga berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas), terutama bagi pengendara roda dua.
“Bukan hanya tidak nyaman, jalan rusak ini sangat berbahaya. Sudah banyak hampir terjadi kecelakaan,” ungkap salah seorang warga setempat.
Warga menilai, kondisi jalan yang rusak juga berdampak langsung terhadap roda perekonomian masyarakat. Akses distribusi barang dan mobilitas warga menjadi terhambat, sehingga aktivitas ekonomi ikut terganggu.
Ironisnya, kekecewaan masyarakat semakin memuncak karena hingga kini sejumlah kerusakan jalan terkesan dibiarkan berlarut-larut. Bahkan, di beberapa titik, warga terpaksa melakukan penimbunan jalan secara swadaya, menggunakan dana pribadi demi mengurangi risiko kecelakaan.
“Sudah sering dibiarkan. Sampai-sampai warga yang harus turun tangan sendiri, menimbun jalan pakai uang pribadi,” keluh warga lainnya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat khawatir kondisi ini akan semakin membahayakan, mengingat volume kendaraan dipastikan meningkat drastis. Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah nyata dan tidak bersikap lamban.
Masyarakat menegaskan, perbaikan jalan seharusnya tidak dilakukan secara asal-asalan atau bersifat sementara. Mereka meminta agar anggaran yang digunakan benar-benar diimbangi dengan kualitas pekerjaan yang layak dan mampu bertahan lama, bukan hanya hitungan bulan bahkan hari.
“Jangan sampai perbaikan hanya formalitas. Jalan itu akses vital masyarakat. Kalau rusak, dampaknya ke mana-mana,” tegas warga.
Masyarakat Inhu berharap pemerintah setempat lebih peduli dan serius dalam menangani persoalan infrastruktur jalan, demi keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran aktivitas ekonomi warga. Mereka menilai, pembangunan dan perawatan jalan yang berkualitas merupakan tanggung jawab pemerintah. (Panji)