BREAKING NEWS

Albert Januarta Atlet Biliar Muda Asal Bintan Mendunia, Minim Dukungan Dari Pemerintah Daerah

 


Bintan || asiadailytimes.com – Nama Albert Januarta kian mencuri perhatian di kancah internasional. Atlet biliar muda kelahiran Bintan, 1 Januari 2009 ini berhasil menorehkan berbagai prestasi membanggakan yang mengharumkan nama Kabupaten Bintan dan Provinsi Kepulauan Riau di tingkat dunia.

Sejumlah gelar bergengsi telah diraih Albert, di antaranya juara Indonesia Junior International Open, Hanoi Junior Open, hingga pencapaian terbarunya dalam ajang Pro Billiard Series Las Vegas 2026. Torehan prestasi tersebut menjadi bukti kualitas dan talenta besar yang dimilikinya sebagai atlet muda berbakat.

Namun di balik gemilang prestasi tersebut, perhatian dari pemerintah daerah dinilai masih minim. Hal ini diungkapkan oleh Ahuat, pelatih sekaligus orang tua Albert, yang mengaku kecewa dengan kurangnya dukungan dari pemerintah Kabupaten Bintan maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Albert membawa nama besar Bintan ke dunia, tetapi dukungan tidak ada. Untuk meminta surat saja kadang sulit,” ujar Ahuat.

Ia menuturkan, selama ini biaya keikutsertaan dalam berbagai turnamen internasional sebagian besar ditanggung secara mandiri. Meski demikian, Ahuat tetap berupaya maksimal mendukung karier sang anak.

“Setiap pertandingan di luar negeri, saya selalu mendukung meski dengan biaya sendiri. Anak saya punya kualitas dan talenta yang ingin saya kembangkan. Sekarang dunia sudah mengenalnya sebagai pemain biliar,” katanya.

Ahuat juga menyoroti minimnya perhatian dari pemerintah, termasuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI), yang dikhawatirkan dapat menghambat regenerasi atlet biliar di daerah.

“Saya khawatir regenerasi biliar akan terputus. Kami sudah susah payah mengembangkan sampai ke tingkat dunia, jangan sampai gagal di tengah jalan,” ujarnya.

Dalam perjalanan kariernya, Albert juga mengaku sempat menerima tawaran dari sejumlah provinsi lain untuk mewakili mereka dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), bahkan dengan nilai mencapai Rp1,5 miliar. Namun tawaran tersebut ditolak karena tetap ingin membawa nama daerah asalnya.

“Memang ada tawaran untuk membawa nama provinsi lain di PON, tetapi kami menolaknya. Kami tetap memilih Bintan dan Kepri,” tegas Ahuat.

Meski demikian, kondisi minimnya dukungan ini membuat pihak keluarga mempertimbangkan langkah ke depan, termasuk kemungkinan tidak berpartisipasi dalam ajang PON.

“Kalau seperti ini terus, untuk apa ikut PON? Lebih baik anak saya berkembang di luar negeri. Percuma membawa nama Bintan dan Kepri kalau perhatian minim,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, Albert Januarta dijadwalkan akan mengikuti turnamen UK Open yang akan digelar di London, Inggris. Harapannya, ada perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah serta pemangku kepentingan olahraga agar prestasi atlet muda berbakat ini dapat terus berkembang dan menginspirasi generasi berikutnya. (Nanang)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar