BREAKING NEWS


Pelabuhan Nelayan Tanjung Talok Ambruk, Diduga Termakan Usia Dan Minim Perawatan

Bintan, Kepri || asiadailytimes.com – Pelabuhan nelayan di kawasan Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, dilaporkan ambruk pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Insiden ini diduga akibat kondisi kayu penopang yang sudah lapuk karena usia dan belum pernah direnovasi sejak dibangun.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh warga setempat, di antaranya Endang dan rekannya, Asnah, yang melihat langsung kejadian tersebut. Beruntung, saat pelabuhan ambruk tidak ada aktivitas warga, termasuk anak-anak yang melintas di lokasi.

“Tidak ada korban karena saat kejadian pelabuhan sedang sepi,” ujar saksi mata.

Ketua RW 02 Tanjung Talok, Bahir, mengatakan dirinya menerima laporan dari warga saat sedang melaut. Ia kemudian segera kembali ke darat untuk memastikan kondisi pelabuhan yang ambruk.

“Saya mendapat kabar dari warga, saat itu sedang berada di laut. Setelah itu langsung kembali dan melihat kondisi pelabuhan yang sudah runtuh,” jelasnya.

Bahir menambahkan, kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada pihak pemerintah desa. Kepala Desa Teluk Sasah, Hery Sembiring, disebut langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan menindaklanjuti kejadian tersebut.

“Sudah dilaporkan dan akan dijadikan agenda untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Menurut Bahir, pelabuhan nelayan tersebut diperkirakan telah berusia lebih dari 20 tahun. Sejak awal dibangun oleh LKMD, belum pernah dilakukan perbaikan maupun renovasi signifikan.

“Pelabuhan ini sudah lama, mungkin sekitar 20 tahun lebih. Kayu penopangnya sudah lapuk, jadi ambruk dengan sendirinya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa usulan perbaikan pelabuhan sebenarnya telah beberapa kali diajukan melalui Musyawarah Desa (Musdes) hingga Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di tingkat kecamatan. Namun, hingga kini belum ada realisasi.

“Sudah sering diajukan, tapi belum juga terealisasi sampai akhirnya kejadian ini terjadi,” tambahnya.

Pelabuhan tersebut selama ini tidak hanya digunakan sebagai tempat tambat sampan dan pompong nelayan, tetapi juga kerap dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan, termasuk perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus dan permainan tradisional warga.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk membangun kembali pelabuhan tersebut, mengingat fungsinya yang vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat pesisir di Tanjung Talok. (Khairul)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar