masukkan script iklan disini
Tanjung Uban, Bintan || asiadailytimes.com — Kerusakan lift di Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat (RSJKO) Tanjung Uban menuai sorotan publik. Akibat lift yang tidak berfungsi, jenazah seorang warga Kelurahan Mentigi terpaksa dievakuasi secara manual melalui tangga dari lantai empat menuju lantai dasar, pada Selasa pagi.
Peristiwa tersebut disayangkan masyarakat, mengingat rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan publik yang seharusnya memiliki sarana evakuasi yang layak, aman, dan siap digunakan setiap saat, terlebih dalam kondisi darurat.
Sumber media di lokasi mengungkapkan, awalnya jenazah akan diturunkan menggunakan lift. Namun, setelah dicoba, lift tersebut tidak dapat beroperasi.
“Jenazah berada di lantai empat, mau diturunkan lewat lift, tapi ternyata rusak. Akhirnya kami turunkan secara manual lewat tangga. Masak rumah sakit sebesar ini, lift saja rusak,” ujar sumber tersebut dengan nada kecewa.
Kejadian ini memicu pertanyaan serius dari masyarakat terkait kualitas sarana dan prasarana di RSJKO Tanjung Uban. Jalur evakuasi, khususnya lift, dinilai sangat vital di lingkungan rumah sakit karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien, tenaga medis, serta penanganan jenazah yang membutuhkan proses cepat dan manusiawi.
Berdasarkan catatan media, insiden lift tidak berfungsi di RSJKO Tanjung Uban bukan kali pertama terjadi. Beberapa kejadian serupa sebelumnya juga sempat dikeluhkan oleh pengunjung maupun keluarga pasien.
Sementara itu, salah seorang pegawai RSJKO Tanjung Uban memberikan penjelasan terkait kondisi lift tersebut. Ia menyebutkan bahwa sebelumnya tidak ditemukan masalah berarti.
“Tidak ada permasalahan dari kemarin-kemarin, lift ini bagus kok. Entah kenapa tadi pagi tiba-tiba tidak mau hidup. Ada baut yang lepas, tapi sekarang sudah mulai diperbaiki supaya segera bisa dipakai kembali,” ujarnya.
Meski pihak rumah sakit menyatakan telah melakukan perbaikan, masyarakat berharap kejadian serupa tidak kembali terulang. Mereka meminta pihak manajemen RSJKO lebih serius melakukan perawatan rutin serta memastikan seluruh fasilitas vital berfungsi optimal demi pelayanan kesehatan yang aman dan profesional. (Nanang)