Kaziranga, India — asiadailytimes.com || Pada Tahun 2025 Dunia konservasi satwa liar kehilangan salah satu ikon terbesarnya. Mohanmala, seekor gajah Asia legendaris yang menjadi tulang punggung perlindungan hutan di Kaziranga National Park, dilaporkan wafat pada Kamis, 14 Agustus 2025. Gajah betina tertua milik Departemen Kehutanan Assam itu meninggal dunia di Kamp Gajah Mihimukh akibat faktor usia dan komplikasi kesehatan.
Saat wafat, Mohanmala diperkirakan berusia 80 hingga 90 tahun, menjadikannya salah satu gajah Asia tertua di India yang pernah tercatat aktif dalam kegiatan konservasi.
Gajah Asia Penjaga Konservasi Kaziranga
Mohanmala pertama kali tiba di Kaziranga National Park pada 17 Mei 1970, setelah didatangkan dari wilayah Kamrup. Sejak itu, ia menjadi bagian penting dari sistem konservasi satwa liar Kaziranga, khususnya dalam patroli pengamanan kawasan hutan dan operasi anti-perburuan liar.
Selama lebih dari lima dekade, Mohanmala dikenal sebagai gajah yang tenang, patuh, dan berani. Ia rutin membawa petugas kehutanan menyusuri rawa, padang rumput, dan kawasan berlumpur yang menjadi habitat alami gajah Asia, badak bercula satu, dan satwa langka lainnya.
Peran Mohanmala dinilai krusial dalam menjaga kelestarian ekosistem Kaziranga yang telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Andalan Konservasi Saat Banjir
Sebagai kawasan dataran rendah, Kaziranga kerap dilanda banjir musiman. Dalam kondisi tersebut, Mohanmala menjadi gajah Asia andalan bagi petugas kehutanan. Ia mampu berenang melintasi arus deras sambil membawa petugas menuju titik-titik terpencil yang tidak dapat dijangkau kendaraan maupun perahu.
Keberadaannya memastikan patroli konservasi tetap berjalan dan membantu penyelamatan satwa liar yang terjebak banjir, menjadikannya simbol ketangguhan konservasi Kaziranga.
Pensiun dan Perawatan Hingga Akhir Hayat
Setelah puluhan tahun mengabdi, Mohanmala resmi pensiun pada 2003. Sejak itu, ia dirawat secara khusus di Kamp Gajah Mihimukh oleh Departemen Kehutanan Assam.
Meski tak lagi bertugas aktif, Mohanmala tetap diperlakukan sebagai aset berharga konservasi. Ia menjadi simbol dedikasi panjang gajah Asia dalam menjaga hutan dan satwa liar.
Jejak Kehidupan Gajah Asia Legendaris
Dalam perjalanan hidupnya, Mohanmala juga pernah melahirkan dua anak betina. Namun, keduanya tidak berumur panjang akibat faktor alam dan serangan satwa liar. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi peran besarnya dalam sejarah konservasi gajah Asia di Kaziranga.
Penghormatan Terakhir untuk Ikon Konservasi
Kepergian Mohanmala disambut duka mendalam oleh komunitas konservasi. Pihak Kaziranga National Park menggelar upacara penghormatan (Shraddhanjali) sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian gajah Asia legendaris tersebut.
Bagi para penjaga hutan, Mohanmala bukan sekadar gajah pekerja, melainkan rekan seperjuangan dalam menjaga konservasi satwa liar.
Warisan Konservasi Kaziranga
Wafatnya Mohanmala menandai berakhirnya satu bab penting dalam sejarah konservasi Kaziranga. Namun, warisan pengabdiannya akan terus hidup melalui hutan yang terjaga dan satwa liar yang tetap bebas di habitat alaminya. Mohanmala akan selalu dikenang sebagai gajah Asia legendaris, simbol kesetiaan dan dedikasi tanpa suara dalam menjaga kelestarian alam. (Red)