Siak — asiadailytimes.com || Warga di kawasan Balai Kayang, Kecamatan Siak, digemparkan oleh aksi penggerebekan sebuah rumah kos pada Senin, 12 Januari 2025. Penggerebekan tersebut dilakukan setelah warga mencurigai adanya seorang pria yang diduga memasuki rumah kos yang disewa seorang perempuan.
Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, saat penggerebekan dilakukan, pria yang diduga berada di dalam rumah tersebut berhasil melarikan diri keluar dari pintu belakang. Namun, di lokasi kejadian warga menemukan sejumlah barang bukti yang ditinggalkan, di antaranya satu unit mobil, sepasang sepatu, dan satu unit telepon genggam.
Yang mengejutkan lagi, berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, mobil yang ditinggalkan tersebut diduga milik Sekretaris Camat (Sekcam) Siak, Mardani, SE, MM. Temuan ini sontak menimbulkan beragam reaksi dan spekulasi di kalangan warga.
Salah seorang warga menyebutkan bahwa perempuan yang menempati rumah kos tersebut diketahui berasal dari Selat Panjang dan saat ini bekerja di Kabupaten Siak. Dugaan keterlibatan seorang pejabat publik Sekcam Siak dalam peristiwa ini pun menuai keprihatinan masyarakat.
“Jika benar melibatkan seorang pejabat kecamatan, tentu sangat disayangkan. Seharusnya pejabat publik menjadi teladan yang baik bagi masyarakat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh media ini, Camat Siak, Ari Dermawan, membenarkan adanya peristiwa penggerebekan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum dapat dipastikan keterlibatan Sekcam Siak secara langsung.
“Memang benar ada laporan kejadian tersebut. Namun, sejauh ini bukti yang ditemukan baru berupa barang-barang yang diduga milik Sekcam, sementara yang bersangkutan tidak berada di lokasi saat kejadian. Kami masih menelusuri dan mengumpulkan informasi yang lebih pasti,” ujar Ari Dermawan.
Pihak kecamatan menyatakan akan terus melakukan klarifikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan duduk perkara yang sebenarnya. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yang diduga terlibat.
Media ini akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan menyajikan informasi lanjutan sesuai fakta yang terkonfirmasi. (Jufriadi)