masukkan script iklan disini
Bintan, Kepri || asiadailytimes.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menyasar ribuan siswa di Kabupaten Bintan membawa dampak positif terhadap pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Namun di balik manfaat tersebut, program ini juga menimbulkan efek domino terhadap perekonomian kecil, khususnya bagi pedagang makanan di sekitar lingkungan sekolah.
Sejumlah pedagang mengaku mengalami penurunan omzet yang cukup signifikan sejak program MBG mulai dilaksanakan. Hal ini terjadi karena sebagian besar siswa kini telah mendapatkan makanan siap saji langsung dari satuan pelaksana MBG, sehingga tidak lagi membeli jajanan atau sarapan di luar sekolah.
Salah seorang pedagang makanan di sekitar SD Negeri 005 Seri Kuala Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Ralfendra, mengatakan omzet usahanya turun drastis hingga 70 persen.
“Sejak MBG ini ada, omzet saya turun sampai 70 persen. Biasanya anak-anak berangkat sekolah pasti membeli makanan di tempat saya. Tapi semenjak MBG berjalan, sudah jarang mereka beli makanan untuk sarapan,” ujar Ralfendra saat ditemui, Rabu (28/1/2026).
Ia mengungkapkan, sebelum program MBG diterapkan, pagi hari merupakan waktu tersibuk bagi pedagang kecil di sekitar sekolah. Namun kini kondisi tersebut berubah, dan dagangan kerap tersisa hingga siang hari.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh pedagang lain di sekitar sekolah yang menggantungkan pendapatan harian dari siswa. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan dampak ekonomi yang ditimbulkan, serta mencari solusi agar program pemenuhan gizi anak tetap berjalan seiring dengan keberlangsungan usaha mikro masyarakat.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak usia sekolah.
Meski demikian, para pedagang berharap adanya skema pendampingan atau kebijakan penyeimbang agar pelaku usaha kecil di sekitar sekolah tidak semakin terpuruk. (Nanang)