BREAKING NEWS

Rusia Gempur Ukraina Dengan Serangan Massif 653 Drone Serta Puluhan Rudal, Infrastruktur Energi Dan Transportasi Ukraina Lumpuh

Kyiv dan Wilayah Lain Diserang Paket Drone dan Rudal


Kyiv. Ukraina, asiadailytimes.com - Pada Sabtu (6 Desember 2025) dini hari, pasukan Rusia melancarkan serangan besar-besaran yang menargetkan sejumlah wilayah di Ukraina termasuk Ibu Kota Kyiv.


Menurut laporan dari militer Ukraina, Rusia meluncurkan sekitar 653 drone dan 51 rudal dalam satu malam, dari jumlah itu, pertahanan udara Ukraina mengaku berhasil menembak jatuh sebagian besar yakni 585 drone dan 30 rudal.


Meski sebagian besar serangan berhasil dipatahkan dampaknya tetap luas. Sedikitnya 29 lokasi di berbagai daerah terkena dampak serangan, dan beberapa infrastruktur vital rusak termasuk fasilitas energi, transportasi, serta depot kereta di dekat Kyiv.



Serangan ini secara khusus menyerang sektor energi dan utilitas publik. Menurut Kementerian Energi Ukraina, fasilitas listrik di delapan region terdampak menyebabkan pemadaman listrik, pemotongan suplai panas dan air, serta gangguan layanan dasar di sejumlah kota.


Di wilayah selatan, misalnya di region Odesa, ribuan rumah kehilangan layanan pemanas (sekitar 9.500 pelanggan) dan puluhan ribu kehilangan air bersih (sekitar 34.000 pelanggan) pasca serangan.


Sektor transportasi pun terpukul. Depot dan gerbong kereta di hub kereta dekat kota Fastiv — dekat Kyiv — rusak, memaksa operator kereta Ukrzaliznytsia meniadakan sejumlah layanan kereta.


Kementerian Ukraina mengumumkan bahwa perbaikan darurat telah dimulai, namun mereka memperingatkan bahwa dalam jangka pendek, pemadaman bergilir dan gangguan suplai akan tetap berlangsung saat sistem diperbaiki.


Serangan kali ini bukanlah insiden tunggal. Sejak awal 2025, Rusia semakin intensif menggunakan drone dan rudal untuk menyerang target sipil maupun infrastruktur, sebuah pola yang dianggap banyak pengamat sebagai bagian dari strategi perang total.


Beberapa serangan sebelumnya menghancurkan atau merusak area pemukiman, fasilitas sipil, dan gedung pemerintahan di Kyiv maupun di kota-kota lain di Ukraina.


Menurut pejabat Ukraina, tujuan dari serangan terhadap fasilitas energi, transportasi, dan utilitas publik ini adalah melemahkan daya tahan warga sipil terutama menjelang musim dingin serta menambah tekanan psikologis dan logistik terhadap Ukraina.


Serangan masif ini terjadi di tengah upaya diplomasi yang terus berlangsung untuk mengakhiri perang. Namun, peningkatan serangan terhadap infrastruktur sipil dan transportasi menimbulkan pertanyaan keras apakah pihak agresor benar-benar tertarik damai, atau menggunakan kekerasan sebagai alat tawar dalam negosiasi.


Pejabat Ukraina mengecam keras serangan ini sebagai upaya sistematis untuk melemahkan negara melalui kerusakan infrastruktur sipil bukan hanya sebagai aksi militer terhadap fasilitas militer.


Sementara itu, pemulihan listrik, air, dan layanan transportasi menjadi prioritas di banyak wilayah, namun para pejabat Ukraina memperingatkan pemulihan penuh bisa memakan waktu, dan korban sosial bisa meningkat jika musim dingin datang.


Ketahanan Sipil Terancam, Dengan berulangnya serangan terhadap infrastruktur dasar listrik, air, transportasi, kehidupan warga sipil menjadi semakin rentan, terutama menjelang musim dingin.


Perang Total, Bukan Hanya Militer pola serangan menunjukkan bahwa konflik telah melewati ranah militer, kini peperangan menyentuh aspek kehidupan sehari-hari warga sipil, menandakan eskalasi perang ke perang infrastruktur dan sosial.


Negosiasi Damai Dipersulit ketika serangan terus berlangsung meskipun diplomasi berjalan, rasa percaya terhadap upaya perdamaian sangat dipertanyakan.


Ini bisa memperpanjang konflik, bahkan jika ada kesepakatan politik di atas meja.


Dampak terhadap ekonomi dan pemulihan kerusakan pada jaringan energi, transportasi, dan utilitas membuat upaya pemulihan ekonomi sulit, yang akan memperlambat pembangunan kembali pasca konflik dan memperdalam penderitaan warga sipil.


Serangan drone dan rudal terbaru oleh Rusia terhadap Ukraina dengan target utama, infrastruktur energi, air, dan transportasi menunjukkan bahwa perang telah melewati batas konfrontasi militer tradisional dan masuk ke wilayah peperangan terhadap kehidupan sipil.


Meskipun banyak proyektil berhasil dihancurkan, dampaknya tetap nyata, pemadaman, gangguan air dan pemanas, kerusakan transportasi, serta ketidakpastian bagi warga Ukraina.


Dalam konteks diplomasi yang terus berjalan, serangan seperti ini justru menambah skeptisisme akan kemungkinan perdamaian.


Di saat yang sama, beban pemulihan di tengah musim dingin dan ancaman kemanusiaan membuat posisi Ukraina dan warga sipilnya semakin rentan.


Negara-negara dan organisasi internasional yang mendukung Ukraina kini menghadapi dilema besar, mempercepat dukungan kepada Kyiv untuk memperkuat ketahanan sipil dan pertahanan udara, atau riskan melihat penderitaan sipil meningkat drastis.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar