BREAKING NEWS

Penyelundupan Jalur Ilegal Telaga Punggur, Diduga Empat Orang Dalang Pemain Ilegal Pegang Pintu Pelantar Pelabuahan Tikus Berbeda

Lokasi Penyelundupan Ilegal Kampung Tua Telaga Punggur

Batam, Kepri || asiadailytimes.com – Aktivitas ilegal keluar masuk barang melalui pelantar alias jalur tikus penyelundupan tanpa dokumen resmi di Kampung Tua Telaga Punggur, Batam, disebut berlangsung sistematis dan nyaris sangat rutin, Rabu (04/03/2026). Pergerakan kegiatan penyelundupan dilakukan dimulai sore hari hingga menjelang subuh dengan pola yang rapi dan terorganisir.

Kapal speed dan kapal kayu merapat di pelantar pada waktu yang telah diperhitungkan. Proses bongkar muat berlangsung cepat dari mobil lori hingga mobil boks ke kapal maupun sebaliknya. Tidak terlihat adanya pemeriksaan ataupun dokumen resmi yang menyertai muatan.

Lokasi pelabuhan Ilegal yang dikelola Parida/IDA

Sumber di sekitar lokasi mengungkapkan, pola distribusi telah tersusun matang. “Apabila mobil lori atau boks masuk, kapal atau speed sudah standby di tepi pelantaran. Begitu barang turun, kapal atau speed itu langsung tancap gas mengantar barang ilegal ke masing-masing daerah yang telah direncanakan,” ujarnya kepada pewarta.

Ia menegaskan aktivitas itu bukan kejadian sesekali. “Ini kegiatan rutin dan sudah sering terjadi. Polanya sama, waktunya hampir sama, biasanya sore, tengah malam sampai mau subuh,” Sebutnya.

Lokasi pelabuhan ilegal yang dikelola LASTRI

Jenis barang yang keluar masuk disebut bernilai ekonomis tinggi. diduga berisikan “Rokok tanpa pita cukai ada, minuman alkohol impor ada. Kadang beras dan elektronik juga dan barang barang sembako lainnya, Semua masuk tanpa pemeriksaan,” Ungkapnya.

Menurut sumber, jalur di pelantar dibagi berdasarkan pintu yang dijaga masing-masing koordinator. “Di situ ada beberapa pintu. Setiap pintu ada yang pegang. Mereka tidak campur wilayah,” Katanya.

Lokasi pelabuhan ilegal yang dikelola WITEK

Nama IDA alias PARIDA disebut sebagai salah satu koordinator di salah satu pintu. “IDA pegang satu pintu, Mbak LASTRI, WITEK dan Gondrong mereka masing masing juga punya lokasi pelantar atau pelabuhan ilegal kalau ada bongkar muat, mereka biasanya ada di lokasi dan mengatur,” Ujarnya.

Selain IDA, tiga nama lain disebut memiliki posisi setara. “Witek, Lastri, dan Gondrong juga pemain dan pelaku penyelundup, Mereka pegang pintu berbeda, tapi kedudukannya sama,” Kata sumber.

Lokasi pelabuhan ilegal yang dikelola GONDRONG

Pembagian peran itu membuat distribusi berjalan tanpa hambatan berarti. “Sudah tahu tugas masing-masing. Jadi barang cepat keluar dari pelantaran, tidak lama di situ,” Ucapnya.

Dalam proses peliputan, sempat memanas. IDA mengirim pesan melalui WhatsApp kepada pewarta yang mendokumentasikan aktivitas di lokasi. Pesan tersebut berisi peringatan keras agar pewarta tidak lagi melakukan peliputan.

IDA yang katanya juga seorang wartawan kerap dilokasi penyelundupan mengatur jalannya penyelundupan, hal itu sangat mencoreng nama baik Wartawan dan dunia Pers Kota Batam, yang mana IDA memanfaatkan statusnya sebagai seorang wartawan untuk melakukan penyeludupan serta kegiatan ilegal yang melawan hukum, Jika ada wartawan lain kelokasi IDA selalu mengatakannya dia juga seorang Wartawan Pengakuan itu diduga digunakan untuk menekan dan mengintimidasi pewarta lain yang mencoba menggali informasi di lapangan. Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk penghalangan terhadap kerja jurnalistik.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Batam, Kepolisian Daerah Kepulauan Riau, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan didesak segera melakukan penindakan tegas dan transparan. Tanpa langkah konkret, praktik itu berpotensi merugikan negara sekaligus mencederai kebebasan pers yang dijamin undang-undang.(Tim/Red)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar