masukkan script iklan disini
Sofia, Asiadailytimes.com, Bulgaria secara resmi mengganti mata uang nasionalnya dari Lev ke Euro dan bergabung sebagai negara ke-21 dalam zona euro mulai 1 Januari 2026. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam integrasi ekonomi Bulgaria dengan Uni Eropa setelah hampir dua dekade memenuhi kriteria konvergensi yang ketat.
Perubahan ini berarti Lev — yang telah digunakan sejak 1880 — secara bertahap ditinggalkan dan digantikan oleh Euro sebagai alat pembayaran sah. Selama masa transisi, Lev tetap bisa digunakan sepanjang Januari, tetapi mulai 1 Februari 2026 Euro menjadi satu-satunya mata uang resmi di negara tersebut.
Bulgaria sendiri dikenal sebagai salah satu negara termiskin di Uni Eropa berdasarkan pendapatan per kapita, sehingga adopsi Euro diharapkan dapat memperkuat stabilitas ekonomi, menarik investasi, serta memperdalam hubungan keuangan dengan negara-negara anggota lainnya.
Namun, reaksi publik Bulgaria terhadap perubahan ini beragam. Masyarakat yang menyambut baik adopsi Euro berharap akan ada kemudahan transaksi lintas batas dan penguatan ekonomi dalam jangka panjang. Sementara sebagian warga lain mengkhawatirkan potensi kenaikan harga barang dan pengaruhnya terhadap biaya hidup, terutama setelah periode ketidakstabilan politik belakangan ini, termasuk pengunduran diri pemerintahan akibat protes anti-korupsi.
Bank-bank dan mesin ATM di ibu kota Sofia telah mulai mengeluarkan uang kertas Euro kepada masyarakat sejak awal Januari, menandai perubahan nyata dalam sirkulasi mata uang. Selama masa transisi, penukaran Lev ke Euro dapat dilakukan secara gratis di perbankan pemerintah hingga pertengahan tahun ini.
Adopsi Euro ini tidak hanya menjadi langkah ekonomi, tetapi juga simbol integrasi Bulgaria ke dalam struktur moneter Uni Eropa, sekaligus memberi negara tersebut perwakilan dalam Dewan Pemerintahan Bank Sentral Eropa (ECB).
Sumber Berita